Kamis, 25 Desember 2014
Sabtu, 08 November 2014
TUGAS SOFTSKILL ETIKA BISNIS 2
NAMA
: MUHAMMAD AJI TURMUDI
NPM : 18211349
KELAS : 4EA21
MATERI
: -
Contoh Perusahaan Yang Menerapkan CSR
- Contoh Perusahaan Yang Belum Menerapkan CSR
- Tanggapan Mengenai
CSR
CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu
konsep atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab
perusahaan terhadap social maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu
berada, seperti melakukan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan, memberikan beasiswa untuk anak tidak
mampu di daerah tersebut, dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan
untuk membangun desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna
untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan
tersebut berada.
Kegiatan CSR akan menjamin keberlanjutan bisnis yang
dilakukan. Hal ini disebabkan karena :
1.
Menurunnya gangguan social yang sering terjadi akibat pencemaran
lingkungan, bahkan dapat menumbuh kembangkan dukungan atau pembelaan masyarakat
setempat.
2.
Terjaminnya pasokan bahan baku secara berkelanjutan untuk jangka
panjang.
3. Tambahan
keuntungan dari unit bisnis baru, yang semula merupakan kegiatan CSR yang
dirancang oleh korporat.
(-) Contoh
Perusahaan Yang Melakukan CSR
Contoh perusahaan yang melakukan program CSR adalah
PT indofood. Berikut merupakan artikel mengenai Program CSR yang dilakukan oleh
PT Indofood :
Indofood,
sebagai Perusahaan Total Food Solutions memiliki kepedulian dalam upaya
pengembangan penganekaragaman pangan dan ketahanan pangan nasional.
Partisipasi dalam pengembangan ini kemudian
diwujudkan melalui program Indofood Riset Nugraha (IRN) yaitu suatu program
bantuan dana penelitian (research grant) bagi kalangan akademisi yang
difokuskan pada penelitian bidang pangan. Program IRN adalah salah satu program
CSR Indofood yang berada dalam pilar “Building Human Capital”
TUJUAN INDOFOOD RISET NUGRAHA
- Meningkatkan antusiasme riset bidang pangan dari
berbagai disiplin ilmu di Indonesia
- Membangun link & match dunia pendidikan tinggi
dan industri
- Mendukung peluang aplikasi hasil riset akademisi
pada aktivitas industri
- Memberikan kontribusi bagi peningkatan daya saing
industri pangan nasional melalui inovasi produk dan teknologi yang berbasis
riset
- Turut berpartisipasi membangun ketahanan pangan
nasional
(-) Contoh
Perusahaan Yang Belum Melakukan CSR
Bupati Pelalawan mengatakan, program disbum
pelalawan dari data yang ada di pihaknya memang saat ini banyak perusahaan PKS
di Kabupaten Pelalawan belum melaporakan program CSR di wilayah kerjanya
masing-masing.
‘Dengan kata lain, selama ini kebanyakan perusahaan
belum menerapkan program CSR atau Community Development (CD) di wilayah kerja
mereka masing-masing. Saat ini hanya sekitar dua puluh lima persen perusahaan
saja yang sudah melaporkan kegiatan CSR-nya,’’ tegas-nya.
Padahal, sebagai perusahaan yang berdiam di daerah
dan berlokasi di tengah- tengah masyarakat, sudah semestinya ada timbal balik
yang diberikan oleh perusahaan tersebut pada masyarakat tempatan. Ini sudah menjadi kewajiban suatu perusahaan untuk
menerapkan program CSR atau CD itu dimana perusahaan itu berdiri sudah tertuang
dalam Undang-undang Nomor 40/ 2007. Namun kenyataannya, mayoritas selama ini
justru banyak perusahaan yang belum menerapkan program CSR-nya,’’ ungkapnya.
(-) Tanggapan
Menurut Saya Tentang CSR
CSR menjadi kewajiban
baru standar bisnis yang harus dipenuhi perusahaan seperti layaknya standar
ISO. Dan diperkirakan pada akhir tahun 2008 mendatang akan diluncurkan ISO
26000 on Social Responsibility, sehingga tuntutan dunia usaha menjadi
semakin jelas akan pentingnya program CSR dijalankan oleh perusahaan apabila menginginkan
keberlanjutan dari perusahaan tersebut. untuk mencapai keberhasilan dalam melakukan program CSR, diperlukannya
komitmen yang kuat, partisipasi aktif, serta ketulusan dari semua pihak yang
peduli terhadap program-program CSR. Program CSR menjadi begitu penting karena
kewajiban manusia untuk bertanggung jawab atas keutuhan kondisi-kondisi
kehidupan umat manusia di masa datang.
program CSR yang
dapat dilakukan oleh perusahaan dengan semangat keberlanjutan antara lain,
yaitu: pengembangan bioenergi, melalui kegiatan penciptaan Desa Mandiri Energi
yang merupakan cikal bakal dari pembentukan eco-village
di masa mendatang bagi Indonesia.
Program CSR yang berkelanjutan diharapkan akan dapat membentuk atau menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. Program CSR tidak selalu merupakan promosi perusahaan yang terselubung, bila ada iklan atau kegiatan PR mengenai program CSR yang dilakukan satu perusahaan, itu merupakan himbauan kepada dunia usaha secara umum bahwa kegiatan tersebut merupakan keharusan/tanggung jawab bagi setiap pengusaha.
Program CSR yang berkelanjutan diharapkan akan dapat membentuk atau menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. Program CSR tidak selalu merupakan promosi perusahaan yang terselubung, bila ada iklan atau kegiatan PR mengenai program CSR yang dilakukan satu perusahaan, itu merupakan himbauan kepada dunia usaha secara umum bahwa kegiatan tersebut merupakan keharusan/tanggung jawab bagi setiap pengusaha.
Source :
http://vickyagustya.blogspot.com/
http://riaupos.co.id/
Kamis, 09 Oktober 2014
TUGAS SOFTSKILL ETIKA BISNIS
NAMA
: MUHAMMAD AJI TURMUDI
NPM : 18211349
KELAS : 4EA21
MATERI
: - Pengertian Etika Bisnis, Indikator,
Prinsip Etis Dalam Bisnis
- Contoh
Perusahaan Yang Melakukan Etika Bisnis dan Perusahan Yang Berbisnis Tanpa Etika
A.
Pengertian Etika Bisnis, Indikator, dan Prinsip
Etika Dalam Bisnis
1.
Pengertian Etika Bisnis
Etika
Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh
aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika
Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku
karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan
pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
(-) Definisi Pengertian Etika Bisnis
Menurut Para Ahli :
o Menurut Velasques (2002) Etika bisnis merupakan
studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini
berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan,
institusi, dan perilaku bisnis.
o Menurut Steade et al (1984: 701) Etika bisnis adalah
standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan bisnis.
o Menurut Hill dan Jones (1998) Etika bisnis merupakan
suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan
kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil
keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.
o Menurut Sim (2003) Etika adalah istilah filosofis
yang berasal dari "etos," kata Yunani yang berarti karakter atau
kustom. Definisi erat dengan kepemimpinan yang efektif dalam organisasi, dalam
hal ini berkonotasi kode organisasi menyampaikan integritas moral dan
nilai-nilai yang konsisten dalam pelayanan kepada masyarakat.
(-) contoh-contoh etika dlm kehidupan
sehari-hari,yaitu :
o Jujur tidak berbohong
o Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
o Lapang dada dalam berkomunikasi
o Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
o Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
o Tidak mudah emosi / emosional
o Berinisiatif sebagai pembuka dialog
o Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
o Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
o Bertingkah laku yang baik
2.
Indikator Etika Bisnis
Dari berbagai pandangan
tentang etika
bisnis, beberapa indikator yang dapat dipakai untuk menyatakan apakah seseorang dan suatu
perusahaan telah melaksanakan etika bisnis dalam kegiatan usahanya antara lain adalah:
Indikator ekonomi; indikator peraturan khusus yang berlaku; indikator hukum;
indikator ajaran agama; indikator
budaya dan indikator etik dari masing-masing pelaku bisnis.
o
Indikator Etika bisnis menurut ekonomi adalah
apabila perusahaan atau pebisnis telah melakukan pengelolaan sumber daya bisnis
dan sumber daya alam secara efisien
tanpa merugikan masyarakat lain.
o
Indikator etika bisnis
menurut peraturan khusus yang berlaku. Berdasarkan indikator ini seseorang pelaku bisnis dikatakan
beretika dalam bisnisnya apabila
masing-masing pelaku bisnis mematuhi aturan-aturan khusus yang telah disepakati sebelumnya.
o
Indikator etika bisnis menurut hukum.
Berdasarkan indikator hokum seseorang atau suatu perusahaan dikatakan telah
melaksanakan etika bisnis
apabila seseorang pelaku bisnis atau suatu perusahaan
telah mematuhi
segala norma hukum yang
berlaku dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
o
Indikator
etika berdasarkan ajaran agama.
Pelaku bisnis dianggap beretika bilamana dalam
pelaksanaan bisnisnya senantiasa merujuk kepada nilai- nilai ajaran
agama yang dianutnya.
o
Indikator
etika berdasarkan nilai budaya. Setiap pelaku bisnis baik secara
individu maupun kelembagaan telah menyelenggarakan bisnisnya dengan mengakomodasi nilai-nilai budaya dan adat
istiadat yang ada disekitar operasi
suatu perusahaan, daerah dan suatu bangsa.
o
Indikator etika bisnis menurut masing-masing
individu adalah apabila masing-masing pelaku bisnis bertindak jujur dan tidak
mengorbankan integritas
pribadinya.
3.
Prinsip Etis Dalam Etika Bisnis
Secara umum,
prinsip-prinsip yang dipakai dalam bisnis tidak akan pernah lepas dari
kehidupan keseharian kita. Namun prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis
sesungguhnya adalah implementasi dari prinsip etika pada umumnya.
1. Prinsip Otonomi
Orang bisnis yang
otonom sadar sepenuhnya akan apa yang menjadi kewajibannya dalam dunia bisnis.
la akan sadar dengan tidak begitu saja mengikuti saja norma dan nilai moral
yang ada, namun juga melakukan sesuatu karena tahu dan sadar bahwa hal itu
baik, karena semuanya sudah dipikirkan dan dipertimbangkan secara masak-masak.
Dalam kaitan ini salah satu contohnya perusahaan memiliki kewajiban terhadap
para pelanggan, diantaranya adalah:
o Memberikan produk dan jasa dengan kualitas yang
terbaik dan sesuai dengan tuntutan mereka;
o Memperlakukan pelanggan secara adil dalam semua
transaksi, termasuk pelayanan yang tinggi dan memperbaiki ketidakpuasan mereka;
o Membuat setiap usaha menjamin mengenai kesehatan dan
keselamatan pelanggan, demikian juga kualitas Iingkungan mereka, akan dijaga
kelangsungannyadan ditingkatkan terhadap produk
dan jasa perusahaan;
o Perusahaan harus menghormati martabat manusia dalam
menawarkan, memasarkan dan mengiklankan produk.
Untuk bertindak otonom,
diandaikan ada kebebasan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan
keputusan yang menurutnya terbaik. karena kebebasan adalah unsur hakiki dari
prinsip otonomi ini. Dalam etika, kebebasan adalah prasyarat utama untuk
bertindak secara etis, walaupun kebebasan belum menjamin bahwa seseorang
bertindak secara otonom dan etis. Unsur lainnya dari prinsip otonomi adalah
tanggungjawab, karena selain sadar akan kewajibannya dan bebas dalam mengambil
keputusan dan tindakan berdasarkan apa yang dianggap baik, otonom juga harus
bisa mempertanggungjawabkan keputusan dan tindakannya (di sinilah dimung-kinkan
adanya pertimbangan moral).
2. Prinsip Kejujuran
Bisnis tidak akan
bertahan lama jika tidak ada kejujuran, karena kejujuran merupakan modal utama
untuk memperoleh kepercayaan dari mitra bisnis-nya, baik berupa kepercayaan
komersial, material, maupun moril. Kejujuran menuntut adanya keterbukaan dan
kebenaran. Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang berkaitan dengan
kejujuran:
o Kejujuran relevan dalam pemenuhan syarat-syarat
perjanjian dan kontrak. Pelaku bisnis disini secara a priori saling percaya
satu sama lain, bahwa masing-masing pihak jujur melaksanakan janjinya. Karena
jika salah satu pihak melanggar, maka tidak mungkin lagi pihak yang
dicuranginya mau bekerjasama lagi, dan pihak pengusaha lainnya akan tahu dan
tentunya malas berbisnis dengan pihak yang bertindak curang tersebut.
o Kejujuran relevan dengan penawaran barang dan jasa
dengan mutu dan harga yang baik. Kepercayaan konsumen adalah prinsip pokok
dalam berbisnis. Karena jika ada konsumen yang merasa tertipu, tentunya hal
tersebut akan rnenyebar yang menyebabkan konsumen tersebut beralih ke produk
lain.
o Kejujuran relevan dalam hubungan kerja intern dalam
suatu perusahaan yaitu antara pemberi
kerja dan pekerja, dan berkait dengan kepercayaan.
Perusahaan akan hancur jika kejujuran karyawan ataupun atasannya tidak terjaga.
3. Prinsip Keadilan
o Prinsip ini menuntut agar setiap orang diperlakukan
secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan kriteria yang rasional objektif
dan dapat dipertanggungjawabkan. Keadilan berarti tidak ada pihak yang
dirugikan hak dan kepentingannya. Salah satu teori mengenai keadilan yang
dikemukakan oleh Aristoteles adalah:
o Keadilan legal. Ini menyangkut hubungan antara
individu atau kelompok masyarakat dengan
negara. Semua pihak dijamin untuk
mendapat perlakuan yangsama sesuai dengan hukum yang berlaku. Secara khusus
dalam bidang bisnis, keadilan legal menuntut agar Negara bersikap netral dalam memperlakukan
semua pelaku ekonomi, negara menjamin kegiatan bisnis yang sehat dan baik
dengan mengeluarkan aturan dan hukum bisnis yang berlaku secara sama bagi semua
pelaku bisnis.
o Keadilan komunitatif. Keadilan ini mengatur hubungan
yang adil antara orang yang satu dan yang lain. Keadilan ini menyangkut
hubungan vertikal antara negara dan warga negara, dan hubungan horizontal antar
warga negara. Dalam bisnis keadilan ini berlaku sebagai kejadian tukar, yaitu
menyangkut pertukaran yang fair antara pihak-pihak yang terlibat.
o Keadilan distributif. Atau disebut juga keadilan
ekonomi, yaitu distribusi ekonomi yang merata atau dianggap adil bagi semua
warga negara. Dalam dunia bisnis keadilan ini
berkaitan dengan prinsip perlakuan yang sama sesuai dengan aturan dan
ketentuan dalam perusahaan yang juga
adil dan baik.
o Prinsip Saling Menguntungkan
Prinsip ini menuntut
agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan satu sama lain. Dalam
dunia bisnis, prinsip ini menuntut persaingan bisnis haruslah bisa melahirkan
suatu win-win situation.
o Prinsip Integritas Moral
Prinsip ini menyarankan
dalam berbisnis selayaknya dijalankan dengan tetap menjaga nama baiknya dan
nama baik perusahaan.
o Dari kelima prinsip yang tentulah dipaparkan di
atas, menurut Adam Smith, prinsip keadilanlah yang merupakan prinsip yang
paling penting dalam berbisnis. Prinsip ini menjadi dasardan jiwa dari semua
aturan bisnis, walaupun prinsip lainnya juga tidak akan terabaikan. Karena
menurut Adam Smith, dalam prinsip keadilan khususnya keadilan komutatif berupa
no harm, bahwa sampai tingkat tertentu, prinsip ini telah mengandung semua
prinsip etika bisnis lainnya. Karena orang yang jujur tidak akan merugikan
orang lain, orang yang mau saling menguntungkan dengan pibak Iain, dan
bertanggungjawab untuk tidak merugikan orang lain tanpa alasan yang diterima
dan masuk akal.
B.
Contoh Perusahaan Yang Melakukan Bisnis Dengan
Beretika dan Melakukan Bisnis Tanpa Etika
o Contoh
Perusahaan Yang Melakukan Bisnis Dengan Beretika :
1. Sebuah perusahaan pengembang di Surabaya membuat
kesepakatan dengan sebuah perusahaan perusahaan kontraktor untuk membangun
sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang
memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan
pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan pabrik tersebut tahan lama dan
tidak mengalami kerusakan. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor telah
mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang
telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.
2. Sebuah Yayasan Abdi Karya menyelenggarakan
pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar
Rp.1000.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini diinformasikan
kepada mereka saat akan mendaftar,sehingga setelah diterima,mereka harus
membayarnya. Kemudian pihak sekolah memberikan informasi ini kepada wali murid
bahwa pungutan tersebut digunakan untuk biaya pembuatan seragam sekolah yang
akan dipakai oleh semua murid pada setiap hari rabu-kamis. Dalam kasus ini
Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan mengikuti transparasi.
o Contoh
Perusahaan Yang Melakukan Bisnis Tanpa Etika :
Pada tahun 1990 an, kasus yang masih mudah diingat
yaitu Chevron. Bahwa Chevron adalah perusahaan yang sangat bagus dan pada saat
itu perusahaan dapat menikmati booming industri energi dan saat itulah Chevron
sukses memasok enegrgi ke pangsa pasar yang bergitu besar dan memiliki jaringan
yang luar biasa luas. Chevron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi
energinya untuk jalur teknologi informasi. Dan data yang ada dari skilus
bisnisnya,
Chevron memiliki profitabilitas yang cukup
menggiurkan. Seiring dengan booming indutri energi, akhirnya memosisikan
dirinya sebagai energy merchants dan bahkan Chevron disebut sebagai ”spark
spead” Cerita pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan
yang ada dipasar dengan sebagaimana mestinya. Pada akhirnya Chevron
meninggalkan prestasi dan reputasinya baik tersebut, karena melakukan penipuan
dan penyesatan.. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Chevron
kemudian kolaps pada tahun 2001.
Source :
o
http://handyleonardoetikabisnis.blogspot.com/
Minggu, 15 Juni 2014
TUGAS SOFTSKILL B.INDONESIA 5 & 6
NAMA :
MUHAMMAD AJI TURMUDI
NPM :
18211349
KELAS :
3EA21
MATERI : Contoh Kasus Penalaran Induksi,Generalisasi
yang benar, Analogi,
Konsiltas
(-)
Penalaran Induktif
Penalaran yaitu suatu
proses berfikir dimana didalam proses berfikir tersebut sangat bertolak
berlakang dari pengamatan indera yang dapat menghasilkan suatu konsep dan
pengertian. Didalam suatu penalaran dikenal juga menalar yaitu dimana
terbentuknya suatu proposisi – proposisi atau semacam gagasan, ide yang sejenis
berdasarkan jumlah proposisi yang dianggap benar, beberapa orang menyimpulkan
bahwa sebuah proposisi atau gagasan yang baru sebelumnya tidak diketahui.
(-)
Pernalaran Induktif
Menurut Shurter dan
Pierce (dalam Shofiah, 2007 : 14) penalaran induktif adalah cara menarik
kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat khusus. Lalu
menurut Suriasumantri (dalam Shofiah, 2007 :15) penalaran induktif adalah suatu
proses berpikir yang berupa penarikan kesimpulan yang umum atau dasar
pengetahuan tentang hal-hal yang khusus. Artinya, dari fakta-fakta yang ada
dapat ditarik suatu kesimpulan.
Kesimpulan umum yang
diperoleh melalui suatu penalaran induktif ini bukan merupakan bukti. Hal
tersebut dikarenakan aturan umum yang diperoleh dari pemeriksaan beberapa
contoh khusus yang benar, belum tentu berlaku untuk semua kasus. Aspek dari
penalaran induktif adalah analogi dan generalisasi. Menurut Jacob (dalam
Shofiah, 2007 :15), hal ini berdasarkan bahwa penalaran induktif terbagi menjadi
dua macam, yaitu generalisasi dan analogi.
(-)
Ciri-ciri Paragraf Induktif
Terlebih dahulu menyebutkan
peristiwa-peristiwa khusus
Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan
peristiwa-peristiwa khusus
Kesimpulan terdapat di
akhir paragraf
Menemukan Kalimat
Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas Kalimat utama paragraf induktif terletak
di akhir paragraf
Gagasan Utama terdapat
pada kalimat utama
Kalimat penjelas
terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa
khusus
Kalimat penjelas
merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
Contoh :
Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan
melahirkan.
Ikan Paus berdaun
telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Kesimpulan
Semua hewan yang
berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
(-)
Generalisasi
Proses penalaran
berdasarkan pengamatan atas jumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk
menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa.
Generalisasi dibuktikan dengan data, contoh, statistic dll.
Contoh :
Orang yang menjadi
kader partai korupsi
Orang yang menjabat
sebagai ketua umum partai korupsi
Generalisasi : Orang
yang berkerja di partai korupsi
Jenis-jenis
generalisasi :
Generalisasi Tanpa
Loncatan Induktif
Adalah generalisasi
dimana seluruh fenomena yang menjadi atas dasar penyimpulan yang telah
diselidiki.
Contoh: data survey LSM
Generalisasi Dengan
Loncatan Induktif
Adalah generalisasi
dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan
juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh
partai mendapat pendapatan dari hasil korupsi.
(-)
Analogi
Suatu proses penalaran
membandingkan sifat esensial yang mempunyai persamaan. Dengan asumsi tersebut
diasumsikan ada persamaan pula dalam hal lainya.
Ada 2 macam
analogi,yaitu :
-
Analogi Induktif
Analogi induktif, yaitu
analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena, kemudian
ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama terjadi juga pada
fenomena kedua. Analogi induktif merupakan suatu metode yang sangat bermanfaat
untuk membuat suatu kesimpulan yang dapat diterima berdasarkan pada persamaan
yang terbukti terdapat pada dua barang khusus yang diperbandingkan.
Contoh analogi induktif
Timnas Indonesia lolos
dalam semifinal piala asia dengan demikian timnas Indonesia akan masuk piala
dunia di tahun mendatang dengan berlatih setiap hari.
-
Analogi Deklaratif
Analogi deklaratif
merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal
atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini sangat bermanfaat
karena ide-ide baru menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan
dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai.
Contoh analogi
deklaratif
Deklaratif untuk
penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas antara kepala negara
dengan warga negaranya. Sebagaimana manusia, untuk mewujudkan perbuatan yang
benar diperlukan sinergitas antara akal dan hati.
(-) Hubungan Kausal
Hubungan kausal adalah
penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang salingberhubungan. Hal ini
terlihat ketika tombol ditekan yang akibatnya bel berbunyi. Dalamkehidupan kita
sehari-hari, hubungan kausal ini sering kita temukan. Hujan turun dan
jalan-jalanbecek. Ia kena penyakit kanker darah dan meninggal dunia. Dalam
kaitannya dengan hubungan kausal ini, tiga hubungan antar masalah yaitu sebagai
berikut:
Sebab-Akibat
Sebab akibat ini
berpola A menyebabkan B. Disamping ini pola seperti ini juga dapatmenyebabkan
B, C, D dan seterusnya. Jadi, efek dari suatu peristiwa yang diaanggap
penyebabkadang-kadang lebih dari satu. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal
ini, diperlukankemampuan penalaran seseorang untuk mendapatkan simpulan
penalaran. Hal ini akan terlihatpada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap
suatu akibat yang nyata.
Contoh
Belajar menurut
pandangantradisional adalah usaha untuk memperoleh sejumlh ilmupengetahuan.
‘Pengetahuan´ mendapat tekanan yang penting, oleh sebab pengetahuanmemegang
peranan utama dalam kehidupan manusia. Pengetahuan adalah kekuasaan. Siapa yang
memiliki pengetahuan, ia mendapat kekuasaan.
Akibat-akibat adalah
suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung
disimpulkan pada suatu akibat yang lain.
Contoh
Ketika pulang dari
pasar, Ibu Sonya melihat tanah di halamannya becek, ibu langsung menyimpulkan
bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basah. Dalam kasus itu
penyebabnya tidak ditampilkan yaitu hari hujan.
(-) Salah Nalar
Salah nalar (reasioning
atau logical fallacy) adalah kekeliruan dalam proses berpikir karena keliru
menafsirkan atau menarik kesimpulan. Kekeliruan ini dapat terjadi karena faktor
emosional, kecerobohan atau ketidaktahuan
(-) Salah nalar ada dua macam:
1. Salah nalar induktif, berupa :
a) kesalahan karena generalisasi yang
terlalu luas,
b) kesalahan penilaian hubungan
sebab-akibat,
c) kesalahan analogi.
2. Kesalahan deduktif dapat disebabkan :
a) kesalahan karena premis mayor tidak
dibatasi;
b) kesalahan karena adanya term keempat;
c) kesalahan karena kesimpulan terlalu
luas/tidak dibatasi; dan
d) kesalahan karena adanya 2 premis negatif.
Fakta atau data yang
akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar.
Pengertian dan contoh
salah nalar :
1. Gagasan,
2. pikiran,
3. kepercayaan,
4. simpulan yang salah, keliru, atau cacat.
Dalam ucapan atau
tulisan kerap kali kita dapati pernyataan yang mengandung kesalahan. Ada
kesalahan yang terjadi secara tak sadar karena kelelahan atau kondisi mental
yang kurang menyenangkan, seperti salah ucap atau salah tulis misalnya.
Ada pula kesalahan yang
terjadi karena ketidaktahuan, disamping kesalahan yang sengaja dibuat untuk
tujuan tertentu. Kesalahan yang kita persoalkan disini adalah kesalahan yang
berhubungan dengan proses penalaran yang kita sebut salah nalar. Pembahasan ini
akan mencakup dua jenis kesalahan menurut penyebab utamanya, yaitu kesalahan
karena bahasa yang merupakan kesalahan informal dan karena materi dan proses
penalarannya yang merupan kesalahan formal.
Gagasan, pikiran,
kepercayaan atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut sebagai salah
nalar.
Syarat-syarat kebenaran
dalam penalaran
Jika seseorang
melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran.
Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
Suatu penalaran
bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang
memang benar atau sesuatu yang memang salah.
Dalam penalaran,
pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis
harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal
maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat,
diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti
isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
(-) Generelisasi terlalu luas
Contoh
: perekonomian di Indonesia sangat berkembang saat ini
(-) Analogi yang salah
Contoh
: ibu nita, seorang penjual sepatu kulit, yang dapat menjualnya dengan harga
sangat terjangkau. Oleh sebab itu, ibu ani seorang penjual sepatu kulit, tentu
dapat menjualya dengan harga terjangkau.
Source :
http://velistigris.blogspot.com/2013/03/penalaran-induktif.html
Langganan:
Postingan (Atom)